Dari : Sajak-sajak Spiritual
Karya : Ki AHA
TSUNAMI
Ombak berdesak-desak
Bergelombang-gelombang menguntai
Bagai lidah-lidah menggapai
Ombak mendangkak-dangkak
Bertumpang-tumpang terberai
Bagai jari-jari sang dewi melambai
Ombak mengepak-ngepak
Bergoyang-goyang gemulai
Bagai penari-penari pantai
Namun ombak menjadi muak
Menyemburkan kiat amanat
Ombak mengamuk menghantam tanjung
Mengguncang-guncang karang
Tebing-tebingpun luluh takluk
Ombak mengamuk menggilas pukat
Menggerus-gerus darat
Genteng-gentengpun turun mencium laut
Ombak menyerbu bagai prahara
Menggusur martabat manusia serakah
Lalu Sunyi
Ombak bergulir sampai jauh
Tinggalkan puing-puing keangkuhan
Ombak kini berdebur syahdu
Bagai pentulan-pentulan dawai
Anak nelayanpun turun ke pantai
Memulai hidup baru
Juni 91
Rabu, 26 Desember 2012
Sabtu, 03 November 2012
AUTOTOMI
Dari : Sajak-sajak Spiritual
Karya : Ki AHA
AUTOTOMI
Pupus sudah kontrak jiwa yang aku emban
Dan hak hidupku berlalu
Kini tubuhku terlepas
Atas demokrasi penuh debu
Merintih tanpa tangis
Menggelepar tanpa jiwa
Lalu sunyi
Menanti pesta pora semut merah
Karya : Ki AHA
AUTOTOMI
Pupus sudah kontrak jiwa yang aku emban
Dan hak hidupku berlalu
Kini tubuhku terlepas
Atas demokrasi penuh debu
Merintih tanpa tangis
Menggelepar tanpa jiwa
Lalu sunyi
Menanti pesta pora semut merah
Langganan:
Postingan (Atom)
